Guyuran hujan yang turun di akhir pekan (25-26/3) silam di Losail International Circuit, Qatar, membuat duet pembalap tim HRC, Marc Marquez dan Dani Pedrosa harus puas berada di posisi empat dan lima.

Kendati tidak deras, namun kucuran air yang membasahi aspal Sirkuit Losail hanya semenit jelang dihelatnya kelas MotoGP, membuat balapan harus ditunda selama 45 menit. Dan saat balapan berlangsung tepat pukul 9:45, jumlah putaran dipangkas menjadi 20 lap. Saat momen-momen kritis, Marc Marquez memutuskan untuk mengganti ban depannya dari kombinasi ban berkompon hard (depan) dan medium (belakang) menjadi medium (depan dan belakang).

Kondisi ini membuat Marc harus berjuang keras mempertahankan posisi dua selama setengah balapan, namun masuk finish di posisi empat. Sementara Dani berhasil mengatasi perlawanan dari Espargaro dan duduk di tempat ke lima.

“Kami sadar kalau kami harus berjuang di sirkuit ini, namun seperti biasa kami selalu mempertahankan tren positif. Kami tahu bahwa kalau semua berjalan lancar kami bisa saja bertarung untuk naik podium, atau bahkan merebut kemenangan. Rencananya kami akan menggunakan ban berkompon keras, namun situasi yang kacau lantaran hujan dan balapan yang tertunda membuat banyak keraguan. Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan ban medium di depan untuk mengurangi resiko jatuh, namun langkah ini lah yang menjadi kesalahan terbesar kami di akhir pekan. Saya berjibaku dengan kondisi ban sepanjang balapan,” jelas si Baby Alien.

Sementara Dani Pedrosa mengatakan, “sejak awal, balapan ini sudah aneh. Penyebabnya adalah hujan dan penundaan. Sangat sulit untuk bisa terus fokus. Kami berjuang sangat keras dengan kondisi ban depan. Saya rasa semua Honda di Losail merasakan masalah yang sama. jadi kami harus menemukan solusinya dan segera berkonsentrasi untuk balap selanjutnya di Argentina.”