Pada Bursa transfer pembalap semakin menunjukkan peta persaingan dalam kompetisi MotoGP 2018. Per hari Senin, 26 Februari 2018, Marc Marquez sudah sepakat memperpanjang kontraknya bersama Repsol Honda. Berita tersebut dikutip melalui laman resmi tim MotoGP Honda Racing Corporation, yang berisikan Marc Marquez akan bersama Honda setidaknya hingga tahun 2020.

Tim HRC dengan bangga menerangkan perpanjangan kontrak sang pembalap asal Spanyol, Marc Marquez, yang sekarang ini tengah bersaing dalam kejuaraan dunia MotoGP di bawah naungan Repsol Honda.

Bersama dengan Honda, Marc Marquez untuk pertama kalinya pada tahun 2010 telah memenangkan gelar di kelas 125 cc. Kemudian dia berlanjut promosi ke kelas Moto2 tahun 2011, yang juga meraih gelar di kelas tersebut pada tahun 2012.

Dalam kasta tertinggi, MotoGP, Marc Marquez berhasil meraup kemenangan empat gelar juara dunia. Di tahun pertamanya bersama MotoGP, dirinya berhasil meraih gelar juara sekaligus mencatatkan diri sebagai pebalap termuda yang meraih gelar juara dalam sejarah.

Secara keseluruhan, Marc Marquez sudah memboyong 4 gelar juara dunia di kelas MotoGP dengan tim Honda. Di tahun 2017 dirinya dinobatkan sebagai pembalap termuda dalam sejarah, yang mampu memenangkan empat gelar juara dunia dalam MotoGP.

Sekadar informasi, dengan perpanjangan surat kontrak Maarc Marquez dengan Honda jelas menjadikan sejumlah tim pesaing lainnnya gigit jari. Pasalnya, tim besar seperti Ducati secara terus terang ingin memboyong jasanya untuk mencicipi motor pabrikan tersebut.

Marquez Diminta Jangan Ciptakan Posisi Pembalap dalam Bahaya

Dalam balapan Marc Marquez bersama Honda harus ditempatkan untuk masa percobaan dalam mengendarai balapan MotoGP sesudah insiden yang terjadi di Grand Prix Argentina. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kevin Schwantz.

Marc yang telah dihukum untuk hal yang dilakukannya tersebut. Namun Schwantz berpikir dirinya harus mengikuti masa percobaan untuk sisa balap MotoGP tahun 2018 ini.

Kevin Schwantz menerangkan pokok perkara yang terjadi diarena balap tersebut dikarenakan Marc Marquez tidak mengawali seri balapannya dari Pitlane setelah mesin motornya mati, saat sebelum balapan dimulai. Marc Marquez sendiri pun merasa heran mengapa ia tidak didiskualifikasi saja.

Schwantz juga menambahkan MotoGP harus berpikir ulang dengan praktik pemberian sanksi, apabila ada yang mengalami insiden seperti Marquez. Mungkin tak perlu diberikan kesempatan untuk melintasi balapan sesudah memperoleh penalti itu.

Menurut pemaparan Schwantz sendiri, menjelaskan seorang pembalap yang tidak sengaja menabrak oranglain kemudian mengatakan bahwa dirinya salah karena tidak sengaja. Tentu itu salah besar, setiap orang terkadang menjadikan kesalahan dalam situasi yang kritis. Namun dirinya jangan terus menciptakan situasi kritisnya secara sendiri dimana kesalahan tersebut selanjutnya berkonsekuensi yang membuat pembalap lain dalam situasi yang berbahaya.

Demikian informasi dari berita MotoGP hari ini, update juga tentang harga motor Honda Jatim dan berbagai motor lainnya hanya disini.