Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak 10 konsumen merasakan sensasi mengendarai motor balap MotoGP Versi jalan raya yakni Honda RC213V-S di sirkuit Sentul, Jawa Barat (10/12). Gelaran inimenjadi puncak kegiatan kompetisi digital RC213V-S MotoGP Street Experience yang dilaksanakan sejak awal November 2018.

Untuk dapat merasakan motor MotoGP Marc Marquez versi jalanan ini, AHM mengajak peserta untuk mengunggah foto serta cerita momen terbaik mereka besama Honda CBR series kesayangan lengkap dengan safety gear di website www.motogp-streetexperience.com dan media sosial peserta. Kompetisi digital RC213V-S MotoGP Street Experience yang diselenggarakan pada periode 9 – 27 November 2018 ini disambut antusias 1.089 peserta yang mendaftar untuk mengikuti kompetisi ini dari seluruh Indonesia.

Tahapan seleksi pertama berhasil memilih 20 kandidat terbaik yang berkesempatan masuk ke tahap selanjutnya. Mereka menjalani pelatihan dan seleksi safety riding dengan menggunakan HondaCBR250RR dan Honda CB500F di Safety Riding Center Wahana Jatake (8/12). Dari hasil seleksi tersebut, terpilih 10 peserta terbaik yang berkesempatan menunggangi Honda RC213V-S di sirkuit Sentul.

Diantara 20 kandidat terbaik tersebut 2 peserta merupakan konsumen PT. Mitra Pinasthika Mulia( MPM) selaku distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT.

” Terima kasih kepada MPM telah memberikan support kepada saya. Selama ini saya hanya melakukan touring saja. Dengan adanya kegiatan ini memberikan saya pengalaman yang berharga. Dan saya bangga dapat terpilih diantara ribuan orang yang ingin ikut acara ini.” kata Hary Kurniawan salah satu peserta yang berasal dari Jawa Timur.

Sebelum menjajal Honda RC213V-S, 10 peserta dibekali pengetahuan mengenai informasi keselamatan berkendara dan pengenalan produk yang dilakukan oleh para pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT). Setelah sesi bersama pebalap usai, para peserta melaksanakan seleksi tahap akhir. Pada tahap seleksi akhir, seluruh peserta dinilai berdasarkan kemampuan berkendara di sirkuit dengan menggunakan Honda CBR650F dan CBR1000RR yang langsung dievaluasi oleh para pebalap AHRT. Peserta yang berhasil lolos dari tahap seleksi terakhir berhak untuk menunggangi RC213V-S selama 3 putaran melintasi sirkuit Sentul, Bogor.

GM Planning and Analysis Division AHM A. Indraputra mengatakan aktivitas melalui media digital yang dimulai sejak tahun lalu mendapat perhatian besardari para pecinta balap. Oleh karena itu, kini perusahaan berupaya terus memberikan kesempatan berharga bagi pencinta motor sport untuk merasakan sensasi performa tinggi motor sport Honda .

“Kami berharap konsumen dapat merasakan pengalaman tak terlupakan dengan mengendarai langsung motor MotoGP Honda RC213V-S versi jalan raya. Performa Total Control yang disematkan pada motor supersport ini sejalan dengan performa Honda CBR series yang dipasarkan di Tanah Air,” ujar Indraputra.

Motor supersport Honda RC213V-S merupakan motor versi jalan raya dari Honda RC213V yang ditunggangi pembalap Repsol Honda di ajang MotoGP. Produk ini memiliki konfigurasi mesin serupa, yakni mengusung mesin DNA balap V-4, 4-stroke, DOHC, 4-Valve, 6-speed dengan kapasitas mesin 999cc yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 117 kW/11.000 rpmserta torsi sebesar 102 Nm/10.500 rpm untuk versi standar. System pembakaran menggunakan PGM-Fi (Programmed Fuel Injection) dengan daya tampung bahan bakar 16,3L.

Terpilih TOP 10 Winnersyang mengendarai RC213V-S di Sirkuit Sentul Tanggal 10 Desember 2018.

1.       Josef Ezra Kinanta, Bekasi (CBR250R Rider)
2.       Beni Gunawan, Pontianak (CBR250RR Rider)
3.       Ronny Cowjul, Tomohon (CBR150R Rider)
4.       Aditya Nugroho, Jak-Ut (CBR600RR Rider)
5.       Eko Toni Setiawan, Jakarta Utara (CBR250RR Rider)
6.       Hadi Ali Haydar, Bandung (CBR150R Rider)
7.       Bhaskara Prasadhana Anggono, Bogor (CBR250RR Rider)
8.       Ardi Dwi Apriando, Lombok Tengah (CBR250RR Rider)
9.       Falih Fadhlurrohman, Semarang (CBR250RR Rider)
10.   Aryo Gagat Rakasiwi, Bogor (CBR250RR Rider)

Jakarta , 10 Desember 2018
Corporate communication
PT. Mitra Pinasthika Mulia

Nggak terasa kita sudah memasuki penghujung gelaran MotoGP 2018 yang balapan terakhirnya mengambil tempat di Spanyol. Di sirkuit Valencia ini kita bakal menyaksikan selebrasi pembalap yang akhirnya berhasil mengantungi gelar sebagai world champion.

Bisa jadi pembalap tersebut adalah jagoan kamu. Namun, terlepas dari siapa yang bakal menjadi juara, Sirkuit Valencia sebagai lokasi penyelenggaraan MotoGP Spanyol menyimpan banyak catatan sejarah yang ditorehkan para pembalap yang pernah turun di sini.

Nggak terkecuali catatan rekor-rekor penting. Seperti halnya yang ditunjukkan oleh Andrea Dovizioso pada 2015 lalu. Menunggangi motor Ducati, pembalap asal Italia ini bisa dikatakan sebagai rider terkencang di Valencia dengan catatan top speed yang pernah dicapainya.

Dovizioso pernah mencapai top speed hingga 335,9 km perjam di Velencia. Wiiih, nggak kebayang deh bisa ngebut sampai kecepatan seperti itu. Namun yang pasti, Dovi melakukannya dengan kapasitas sebagai pembalap profesional. Jadi bukan suatu hal yang bisa kita contoh di jalanan, ya, kawan.

Sudah bukan rahasia lagi kalau motor Ducati memang punya tenaga luar biasanya. Performanya di lintasan lurus sudah tak diragukan lagi. Dengan begitu nggak aneh kalau Dovizioso bisa memegang rekor top speed paling tinggi di MotoGP Spanyol. Meski demikian, lain cerita kalau bicara rekor putaran atau lap tercepat.

Rekor yang satu ini ada di tangan pembalap Yamaha Jorge Lorenzo yang berhasil ia catatkan pada musim 2016. Di mana ia mencatatkan waktu 1 menit, 29,401 detik untuk menghabiskan satu putaran di Valencia.

Sebagai pembalap tuan rumah, Lorenzo memang terlihat sangat menguasai sirkuit MotoGP Spanyol. Terbukti dari rekor pembalap dengan kemenangan terbanyak di sirkuit ini yang juga diamankan oleh dirinya. Lorenzo tercatat sudah menorehkan empat kali kemenangan di MotoGP Spanyol.

Pembalap Honda ke mana nih? Tenang, karena Dani Pedrosa rupanya adalah satu-satunya pembalap yang bisa menyamai rekor jumlah kemenangan Lorenzo di Valencia. Di bawahnya ada Casey Stoner dengan dua kemenangan.

Nah, sejarahnya, sirkuit ini rampung dibangun pada 1999. Dan pada tahun yang sama langsung menjadi tuan rumah MotoGP. Memiliki panjang lintasan 4 km, sirkuit ini mampu menampung penonton hingga 150.000 orang.

Source Image : www.liputan6.com

Sirkuit Buriram akan menjadi lokasi perdana MotoGP Thailand yang balapannya akan berlangsung pada 7 Oktober nanti. Ada sejumlah alasan yang membuat sirkuit ini cukup mengesankan untuk para pembalap dan spektator nanti. Apa saja itu?

Rekam sejak sirkuit ini dalam menggelar skala akbar bisa dilihat bila kita menengok ke bulan Maret 2015. Saat itu Chang International Circuit (nama resmi sirkuit ini) menggelar balapan Superbike World Championship.

Dan pada Oktober nanti sirkuit ini akan menjadi saksi para pembalap MotoGP bertarung merebut hasil terbaik. Fakta sejarah sirkuit MotoGP Thailand ini, awal diresmikan para 2014, sirkuit Buriram lantas masuk klasifikasi FIM Grade A dan FIA Grade 1.

Berada di negara tropis, sirkuit ini bukan hanya menjadi lokasi ajang balap. Tak sedikit publik yang mengunjunginya juga menikmati keindahan alam yang tersuguh seperti pantai atau hutan. Juga suguhan kuliner khas Thailand yang menggoda, belum lagi keeksotikan budaya lokalnya.

Lokasi sirkuit ini memang bukan berada di tengah-tengah kota. Jaraknya mencapai 400 km dari kota Bangkok yang bisa dicapai dengan berkendara selama lima jam. Warga lokal yang hangat dan penuh semangat akan balap motor siap menyapa siapapun yang mengunjungi sirkuit kebanggaan mereka tersebut.

Didesain oleh arsitek Jerman bernama Hermann Tilke, sirkuit Buriram memiliki panjang lintasan 4,6 kilometer yang terdiri dari lima tikungan ke kiri dan tujuh tikungan ke kanan. Adapun, daya tampungnya mencapai 100 ribu penonton yang siap menjadi saksi juara untuk pertama kalinya di sirkuit ini.

Kalau kamu sendiri, siapa pembalap yang jadi jagoan?

Akhir pekan ini, kita bisa kembali menyaksikan aksi Marc Marquez dan Dani Pedrosa di atas motor Honda-nya dalam gelaran MotoGP Italia. Balapan ini berlangsung di sirkuit Misano World Circuit Marco Simoncelli.

Sirkuit ini lokasinya tak jauh dari kota Ramini, Italia yang merupakan tanah kelahiran mendiang Marco Simoncelli. Pembalap MotoGP yang tewas dalam sebuah kecelakaan pada grand prix Malaysia pada 23 Oktober 2011.

Penyematan nama pembalap ini di nama sirkuit merupakan salah bentuk penghargaan terhadap kiprahnya di dunia balap motor. Selain itu, masih banyak fakta lainnya tentang sirkuit MotoGP Italia yang sudah berdiri sejak tahun 1972 ini.

Pernah menjadi tuan rumah MotoGP pada akhir 1980-an hingga akhir awal 1990-an, Misano World Circuit Marco Simoncelli kembali ditunjuk menghelat balapan akbar ini pada 2007. Dengan fasilitas yang sudah diperbarui. Begitu juga dengan permukaan aspal hingga tribun di mana 60.000 penonton bisa menyaksikan jalannya balapan.

Sirkuit ini memiliki panjang lintasan mencapai 4,2 kilometer. Sesuai dengan peraturan keselamatan MotoGP, rute balapan dilakukan searah jarum jam.

Fakta lainnya dari sirkuit MotoGP Italia ini, pembalap akan melahap enam belas tikungan. Yang terdiri dari enam tikungan ke kiri dan sepuluh tikungan ke kanan. Sedangkan, bagian sirkuit terpanjang mencapai 530 meter.

Rekor putaran tercepat di sirkuit MotoGP Italia dipegang Jorge Lorenzo yang ditorehkannya pada 2016. Nampaknya, Lorenzo memang cukup menguasai sirkuit ini. Tercatat dirinya adalah salah satu pembalap dengan statistik memukau di sini. Tiga kali juara (sama dengan Valentino Rossi) dan paling banyak pole position.

Meski demikian, bukan berarti pembalap Honda tak ada peluang. Balapan tahun lalu di sirkuit yang sama berhasil dimenangi oleh Marc Marquez.

Sumber Image: sircuitnews.blogspot.com

Surabaya – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) selaku distributor utama sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT bekerjasama dengan Cornering Indonesia Surabaya ( Coins ) mengadakan edukasi balap untuk pecinta Honda CBR di Jatim dalam event CBR250RR Track Day. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu 19 Agustus 2018 bertempat di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya ini memberi wawasan kepada bikers dan anggota komunitas CBR seputar mengendarai CBR dengan konsep fun race yang tetap mengutamakan keselamatan berkendara di track.

Edukasi balap ini dikemas dengan tema  Track Day Kemerdekaan  dalam acara yang menarik. Komunitas penggemar motor sport full fairing Honda diajak merasakan langsung senangnya berkendara dengan konsep ‘Total Control’ yang dimiliki All New Honda CBR250RR.

“Event ini bagian apresiasi MPM atas kepercayaan dan kesetiaan para bikers dan konsumen CBR250RR dan CBR150R Dengan CBR250RR Track Day para bikers dan anggota komunitas bisa merasakan sensasi yang menyenangkan dan pengalaman berkesan  bersama CBR kesayangan di sirkuit,” ujar Suhari selaku Marketing Communication & Development Division Head MPM.

Peserta CBR250RR Track Day yang berjumlah 100 terlebih dahulu diberikan  coaching clinic riding postur yang diberikan oleh pembalap sekaligus instruktur safety riding MPM ,Fendrik Alam yang bisa menjadi bekal ketika mengendarai motornya di sirkuit.

Para peserta CBR250RR Track Day kemudian dipersilakan melakukan warming up lap. Ada 2 kelas dalam Time Trial ini yaitu CBR2250RR dan CBR150R dengan sesi Free Practice yang dilakukan secara bergantian. Bagi para pemenang akan mendapatkan kesempatan menjadi starter Indonesia di CBR Race Day di Sentul pada 19 september 2018. MPM juga memberi kesempatan pengunjung untuk melakukan test ride All New Honda CBR di sirkuit Gelora Bung Tomo.

CBR250RR Track Day yang dihadiri bikers dan anggota komunitas CBR series di Jatim juga menjadi gathering para pemilik dan komunitas CBR250RR dan CBR150R di Jatim bertemu dan saling bersilaturahmi.

Rheza Danica dan Mario Suryo Aji terjatuh saat balapan AP250. Rheza akhirnya finis di urutan ke-17. Awhin Sanjaya finis di urutan ketujuh. Di kelas SS600, Andi Gilang juga terjatuh, sementara Irfan Ardiansyah menutup balapan dengan berada di urutan ke-14.

Astra Honda Racing Team tidak beruntung pada balapan kedua di Madras Motor Race Track, India, Minggu (5/8/2018). Padahal, sehari sebelumnya, mereka mencatat hasil luar biasa. Kali ini, hanya Awhin Sanjaya dan Rheza Danica yang berhasil finis di kelas Asia Production 250cc, masing-masing di urutan ketujuh dan ke-17. Rheza sempat terjatuh saat balapan. Sementara itu, di kelas SuperSports 600cc, hanya Irfan Ardiansyah yang finis, yakni di urutan ke-14.

Awal balapan kedua AP250 di India mirip dengan balapan sehari sebelumnya. Rheza Danica dan Mario Suryo Aji berada di luar lima besar pada lap pertama. Mereka memperbaiki posisi pada lap berikutnya, tetapi Mario terjatuh di tikungan 8, sementara Rheza jatuh di tikungan 14 pada lap ke-3 ketika sudah berhasil memimpin balapan. Pemimpin klasemen sementara kelas AP250 tersebut berhasil kembali ke lintasan dan menyelesaikan balapan dengan finis di urutan ke-17. Awhin Sanjaya sekali lagi bersaing di grup kedua, dan akhirnya finis di urutan ketujuh.

Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang terjatuh di tikungan 8 ketika berada di urutan ketujuh, sebelum menyelesaikan lap kedua. Rekan satu timnya, Irfan Ardiansyah, sekali lagi berhasil meraih poin setelah finis di urutan ke-14.

Astra Honda Racing Team akan kembali beraksi pada putaran ARRC berikutnya di Sentul, Indonesia, 13-14 Oktober 2018, di hadapan para pendukung mereka.

 

 

 

Catalunya, Spanyol – Dimas Ekky Pratama, akhirnya mampu menyelesaikan balapan Grand Prix Moto2 di Sirkuit Catalunya, Spanyol, Minggu (17/6/2018) sesuai target. Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu berhasil finis dan mendapat banyak pelajaran penting dalam kejuaraan dunia selevel di bawah MotoGP ini.

Memulai balapan di baris kesepuluh pada posisi 30, Dimas yang berstatus sebagai pebalap wildcard melakukan start dengan sangat baik dan berhasil melonjak ke posisi 25 hanya dalam satu putaran. Dimas yang balapan dengan dukungan penuh Astra Honda Racing Team (AHRT) tersebut harus berjibaku dengan banyak pebalap kelas dunia lainnya, hingga melintasi garis akhir di posisi ke-24 dengan catatan waktu total 39 menit 6,663 detik.

Sejak babak latihan bebas, Dimas harus bertarung dengan kondisi trek yang penuh tantangan, akibat dari temperatur yang cukup tinggi. Dia juga membalap dengan menahan rasa sakit pada lutut akibat terjatuh saat sesi kualifikasi, Sabtu (16/6/2018).

”Akhir pekan yang sangat berat, tapi kami berhasil mencapai target, yaitu menyelesaikan balapan dan belajar sebanyak mungkin dari pengalaman bertarung dengan banyak pebalap dunia ini. Balapan di GP sangat berbeda dengan FIM CEV, karena semua pebalap sangat kompetitif dari awal sampai akhir,” ucap Dimas yang juga sedang menjalani musim balap di ajang FIM CEV Moto2 European Championship.

Saat balapan berlangsung, Dimas mencoba untuk terus mengikuti 20 besar pebalap di depannya. Namun, dia terus merasa ada sedikit putaran roda berlebih (spinning) saat memasuki tikungan.

”Tapi positifnya, saya menyelesaikan balapan dan mendapat banyak pelajaran penting yang bisa dipakai pada seri FIM CEV selanjutnya di Aragon. Saya berterima kasih pada tim atas kerja kerasnya, Astra Honda, semua sponsor yang mewujudkan kesempatan ini, dan pendukung dari Indonesia. Saya siap melanjutkan balapan, dan tak sabar untuk kembali ke FIM CEV di Motorland,” kata Dimas.

Hasil akhir setelah 22 putaran di Catalunya itu tentu menjadi modal sangat berharga bagi Dimas untuk menambah pengalaman di level balap tertinggi.

Dimas Ekky akan kembali turun bersama AHRT di FIM CEV Moto2 European Championship seri kelima di Motorland, Aragon, Spanyol, pada 28-29 Juli 2018.

SENTUL, BOGOR – Awhin Sanjaya semakin tak terbendung pada Kejurnas Sport 250cc Indospeed Race Series (IRS) 2018 di Sentul International Circuit, Bogor, Jawa Barat. Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) ini memungkasi seri ke-2 IRS dengan kemenangan pada podium tertinggi.

Balapan seri kedua IRS menjadi pembuktian performa tangguh Awhin Sanjaya bersama tunggangan andalannya, Honda CBR250RR. Pada balapan pertama (30/6), pebalap asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan ini berhasil menggapai podium ketiga setelah menempuh 12 putaran dan bersaing ketat dengan dua pebalap lain.

Tak puas dengan podium ketiga yang diraihnya pada balapan pertama, Awhin berusaha meningkatkan performa apiknya pada balapan kedua (1/7). Dengan catatan waktu total 20 menit 47,817 detik, pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini tampil unggul sebagai pebalap pertama yang menyentuh garis finis, beda sangat tipis dengan beberapa pebalap di belakangnya.

Pada balapan kedua ini, Awhin memulai dari grid ke-7. Dia melakukan start dengan mulus, hingga tikungan pertama mampu mencuri dua posisi di depan. Awhin terus bersabar dan mengikuti rombongan terdepan untuk kemudian melakukan ”serangan” pada putaran terakhir.

Kesabaran dan usahanya berhasil. Pada lap terakhir di tikungan 5 (s kecil), Awhin berhasil menyodok ke posisi pertama dari posisi keempat. Dia pun terus memimpin rombongan hingga finish. ”Saya senang sekali, karena pertama kalinya mencapai podium teratas di IRS. Terima kasih kepada AHRT, sponsor, dan semua yang sudah mendukung dan mendoakan saya,” ucap Awhin.

Hasil yang ditorehkan Awhin selama seri kedua ini mengatrol posisinya pada klasemen sementara. Poin total yang diperoleh kini mencapai 66, dan bertengger di posisi kedua, atau hanya berjarak 17 poin dari pemuncak klasemen.

Sementara itu, Mario Suryo Aji, pebalap AHRT lain yang mengikuti ajang ini, berhasil memperbaiki penampilan dari balapan pertama yang finis pada posisi ke 22. ”Super Mario” start dari posisi ke-22, lalu mencoba untuk tidak tertinggal dari rombongan depan.

”Saya beberapa kali mencoba untuk melakukan overtake, tetapi gagal karena kalah posisi. Saya harus puas finish di posisi ke-11. Ini menjadi pembelajaran berharga untuk saya dapat berkembang lebih baik lagi,” ucap Mario.

Sedangkan M Adenanta Putra yang pada balapan pertama finis posisi ke-20, pada balapan ke-2 kali ini gagal menyelesaikan lomba. Dia terjatuh pada putaran kelima di tikungan ke-3 saat mencoba overtake pebalap di depannya.

GM Marketing Planning and Analysis AHM, A Indraputra mengatakan hasil baik pada Kejurnas kelas sport 250 cc seri kedua IRS 2018 ini merupakan cerminan dari kerja keras pebalap dan semua pihak yang mendukung pengembangan kemampuan pebalap binaan AHM selama ini.

”Hasil yang membanggakan untuk Awhin dan menjadi modal untuk menyongsong balapan selanjutnya. Namun perjalanan masih panjang. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dan dijadikan bekal untuk melangkah ke jenjang lebih tinggi, termasuk ajang balap dengan skala lebih besar,” kata Indraputra.

Kejurnas Sport kelas 250 cc ini masih menyisakan empat seri lagi yang akan berakhir pada November 2018.

Ajang Balapan MotoGP 2019 memang sangatlah ditunggu-tunggu bagi para pecinta MotoGP, tolak ukur pada kesuksesan MotoGP berada pada tim pabrikan yang biasa merajai pole klasemen di sirkuit balapan kelas utama. Sementara itu, tim pabrikan Honda yang baru, Marc Marcquez, yang dinyatakan resmi sebagai pebalap motor Honda hingga tahun 2020, sedangkan Dani Pedrosa sendiri masih menjadi pebalap abu-abu yang belum memperpanjang kontraknya di tim Honda.

Ada juga tim Aprilia yang masih memutuskan satu nama untuk meneken kontrak pada ajang balap MotoGP 2019 yakni Aleix Espargaro. Sama halnya Tim Aprilia, tim pabrikan Suzuki juga baru memutuskan satu pebalapnya untuk ajang MotoGP 2019 yakni pebalap Aleix Rins.

Sementara tim Ducati sejauh ini belum benar-benar memastikan jagoannya untuk ajang balap Motor besi ini untuk tahun 2019. tim Ducati tetap fokus supaya dapat memperpanjang kontrak dari pebalap Andrea Dovisioso, baru setelahnya pebalap asal Spanyol yaitu Jorge Lorenzo.

Memang ujung musim balap MotoGP 2018 masih lama, namun kepastian hasil kontrak pebalap di awal musim ini, akan jauh lebih baik seperti yang diharapkan dari Dall’Igna selaku General Manager Ducati MotoGP.

Berikut daftar pebalap MotoGP dari Crash.net untuk periode balapnya yang sudah meneken kontrak, yang sudah pasti mengikuti ajang balap di musim 2019, yang dikutip oleh media kompas pada hari Kamis (17/5/2018) antara lain :

  1. Dari Tim Repsol Honda sendiri sudah dipastikan oleh pebalap Marc Marquez yang resmi meneken kontrak hingga (Akhir 2020)
  2. Dari Tim Movistar Yamaha ada pebalap Maverick Vinales yang sudah meneken kontrak hingga (Akhir 2020)
  3. Menemani pebalap Maverick Vinales di tim Movistar Yamaha ada pebalap Valentino Rossi yang resmi dikontrak hingga (Akhir 2020)
  4. Dari Tim Red Bull KTM sendiri telah meneken kontrak pebalap Alex Rins hingga (Akhir 2020)
  5. Dari Tim Red Bull KTM ada pebalap Johann Zarco yang sudah dikontrak hingga (Akhir 2020)
  6. Dari Tim Red Bull KTM ada pebalap Pol Espargaro yang dikontrak hingga (Akhir 2020)
  7. Dari Tim Aprilia Gresini ada pebalap Aleix Espargaro (Akhir 2020)
  8. Dari Tim Tech3 KTM ada Miguel Oliveira yang resmi dikontrak hingga (Akhir 2019)
  9. Dari Tim LCR Honda ada pebalap Cal Crutchlow yang telah meneken kontrak hingga (Akhir 2019)
  10. Dari Tim Marc VDS Honda ada pebalap Franco Morbidelli yang dikontrak hingga (Akhir 2019, atau 2020)
  11. Dari Tim Avintia Ducati ada pebalap Xavier Simeon yang dikontrak hingga (Akhir 2019)
  12. Dari Tim Pramac Ducati ada pebalap Francesco Bagnaia yang dikontrak hingga (Akhir 2020)

Sementara berikut daftar yang masih belum dikontrak lagi untuk ajang balap MotoGP 2019, jadi masih ada kesempatan dari tim lain untuk meminang pebalap ini diantaranya :

Dani Pedrosa (Akhir 2018) Ducati Team: Jorge Lorenzo (Akhir 2018) Andrea Dovizioso (Akhir 2018) Suzuki: Andrea Iannone (Akhir 2018) Scott Redding (Akhir 2018) Hafizh Syahrin (Akhir 2018) LCR Takaaki Nakagami (Akhir 2018) Thomas Luthi (Akhir 2018) Danilo Petrucci (Akhir 2018) Jack Miller (Akhir 2018) Tito Rabat (Akhir 2018) Aspar Ducati: Alvaro Bautista (Akhir 2018) Karel Abraham (Akhir 2018).

Nantikan saja perlombaan ke depannya dan akankan Honda tetap berjaya untuk mempertahankan podium pertama. Simak juga harga Vario 150 terbaru dan berbagai motor lain agar tidak ketinggalan.

Valentino Rossi yang merupakan Pembalap Movistar Yamaha mulai merasakan kecemasan dengan kecepatan motor Honda pada seri balap MotoGP tahun ini. Dirinya mengungkapkan motor RC213V tampil lebih garang untuk semua kondisi.

Kecemasan The Doctor hadir setelah menyaksikan pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, yang mendominasi seri balap MotoGP Amerika Serikat, hari Minggu (22/4/2018) lalu. Marquez memulai balapan dari posisi keempat langsung melesat terdepan selepas start.

Sampai balapan berakhir, rival Valentino Rossi ini tidak mendapat gangguan dari pembalap lain. Sementara Rossi harus melawan Andrea Iannone dan Maverick Vinales untuk meraih podium dua dan tiga.

Hal tersebut mengkhawatirkan, Rossi membenarkan mereka sangat tangguh, khususnya motor mereka yang selalu tampil prima, Mereka berkompetisi dengan baik dalam setiap kondisi, sehingga akan lebih sulit bagi dirinya.

Tetapi di Austin, Tim pabrikan Yamaha mampu menempatkan dua motornya di posisi empat besar, di trek yang biasanya tak mendukung Yamaha meraih kemenangan.

Menurut pemaparan The Doctor sangat penting untuk menyaksikan performa Yamaha pada balapan MotoGP di seri Eropa nanti. Pembalap Valentino Rossi mengakui Yamaha kesulitan ketika balapan di Eropa musim kemarin.

Dirinya berharap musim ini bisa lebih kompetitif di trek yang Yamaha sukai, seperti Jerez dan Catalunya.

Rossi Ungkap Alasan Gagal Naik Podium MotoGP AS

Rossi hanya mampu finis keempat di seri balap MotoGP AS, yang berada di belakang Marc Marquez, Maverick Vinales, dan juga Andrea Iannone. Jarak margin poin Rossi dan Marquez di seri balap tersebut mencapai 9,587 detik.

Dari awal The Doctor menyadari Marquez dan Vinales selangkah berada di depan. Tetapi, dirinya sempat berpikir dapat menyaingi kecepatan rival yang lainnya yakni Iannone dalam perebutan  podium di lap-lap terakhir.

Tetapi, cuaca panas di COTA menjadikan kecepatan motor Rossi di tikungan semakin berkurang. Ia pun akhirnya gagal bersaing dengan Iannone yang berada di depannya, dengan selisih margin lebih dari tiga detik saja.

Valentino Rossi mengungkapkan ini adalah akhir pekan yang bagus, sebab selalu berada dalam posisi lima besar. Namun, ketika balapan, dirinya mengharapkan situasi yang lebih kuat untuk meraih podium. Dirinya pun mengakui Marquez , Maverick serta Iannone lebih kuat, sebab ia tak mampu menyalip mereka.

Meskipun Valentino berharap dapat menuntaskan lap 2 menit 5,4 detik, karena ketika latihan dapat mencetak 2 menit 6 detik.  Dan dirinya yakin dengan kecepatan itu dapat bersibaku untuk podium.

Namun, sayangnya Valentino Rossi kesulitan pada cuaca panas, terutama masalah ban depan. Ia menambahkan juga banyak kehilangan waktu. Hasil balapan tersebut menjadikan Valentino Rossi pada peringkat ke-7 dengan raihan 29 poin. Simak juga harga terbaru CBR 150 dan berbagai update berita menarik lainnya pada website ini.